PESIAR

Sudah bukan rahasia lagi. Pesisir di seluruh dunia telah pertama tama kali di babat dihancurkan. Dan ditata menjadi kawasan perkotaan dan pemukiman. Di beberapa bagian, dijadikan kawasan industri. Tak hanya industri pengolahan, tetapi juga pusat industri bahan baku.

Bahan baku kayu dari hutan hutan bakau. Beragam ikan dan udang dari tambak tambak besar hasil konversi hutan bakau. Dan tentunya hasil laut dari eksploitasi sumber daya laut. Hasil pertanian dan kawasan pesisir yang lebih banyak mempergunakan pestisida dan pupuk kimia dengan alasan produktifitas.

Mungkinkah ada konsep atau model pengelolaan pesisir lestari ? Mugkin sedikit konyol pertanyaan ini, tetapi apa yang sesungguhnya terjadi. Kenapa pesisir di banyak negara, terutama Indonesia hancur tereksploitasi. Kenapa untuk melihat dan merasakan hutan hujan tropis, kita harus jauh kehulu. Kenapa untuk melihat dan merasakan hutan hutan yang dikelola lestari oleh masyarakat, anak anak kita harus pergi jauh ke pedalaman.

Tak lagi ditemukan pohon tengkawang tinggi menjulang di pesisir. Tak lagi kita temukan pohon belian berdiri perkasa di kawasan pesisir. Ke hulu, juga sangat sangat terbatas dan sulit di temukan.

Dalam ilmu kehutanan, dikenal silvofishery. Yaitu pengelolaan hutan yang dikombinasikan dengan budidaya perikanan. Dalam kawasan hutan yang dikelola masyarakat, dibuatlah kolam kolam budidaya perikanan. Jadi petani, sebelum dapat memanen kayu yang ditanamnya, bisa memperoleh pendapat dari hasil budidaya ikan.

Metode ini memungkinkan untuk di uji coba di kawasan pesisir. Contohnya di Desa Dabong yang masyarakatnya terlanjur mengalihfungsikan hutan lindung mangrove di kawawan desa ini. Pertanyaanya, mungkinkah solusi ini di terapkan di desa Dabong, atau desa desa pesisir / pantai lainnya mungkin bermasalah dengan rencana tata ruang daerah yang menempatkan kawasan di desanya dalam kawasan lindung mangrove.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: